Gambaran Tingkat Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di Wilayah Binaan UPTD Puskesmas Sukaraya
https://doi.org/10.52235/lp.v4i1.198
Keywords:
Hipertensi, Kualitas Hidup, Dimensi WHOQOL-BREFAbstract
Penyakit menular (PTM) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, salah satu PTM yang tinggi angka peningkatan kejadiannya adalah hipertensi. Kelompok ibu rumah tangga (IRT) merupakan kelompok yang rentan terhadap keluhan fisik, baik karena faktor fisiologis maupun karena penyakit. Angka kejadian penyakit tertinggi di kabupaten OKU adalah hipertensi, dengan kejadian terbesar pada kelompok jenis kelamin perempuan. Hipertensi pada IRT menimbulkan banyak masalah yaitu kesehatan fisik, psikologi, hubungan social, maupun hubungan lingkungan sehingga mengakibatkan turunnya kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini menggunakan desian deskriptif analitik yang akan memberikan gambaran tingkat kualitas hidup pasien hipertensimenggunakan instrumen WHOQOL-BREF di wilayah binaan UPTD Puskesmas Sukaraya, OKU. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang IRT yang mengalami hipertensi dan sedang menjalani pengobatan di UPTD Puskesmas Sekarjaya, OKU. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden yang mengikuti penelitian didominasi oleh responden dengan jenis kalamin perempuan 60 orang (100%), usia terbanyak pada kelompok usia dewasa akhir sebanyak 20 orang (33,3%), dan waktu lamanya terdiagnosis hipertensi terbanyak < 1 tahun sebanyak 44 orang (73,3%). Kualitas hidup pasien hipertensi pada penelitian ini didapatkan responden dengan kualitas hidup sangat baik sebanyak 13 orang (21,67%), kualitas hidup baik sebanyak 23 orang (38,33%), dan kualitas hidup sedang sebanyak 24 orang (40%). Kualitas hidup responden dalam penelitian ini juga dikategorikan pada 4 (empat) dimensi. Kualitas hidup responden pada dimensi yang diukur terdapat kualitas rendah pada kategori dimensi fisik 17 orang (28,33%), dimensi hubungan social 6 orang (10%), dan dimensi hubungan lingkungan 4 orang (6,67%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas hidup pasien hipertensi berada pada kualitas sedang, terdapat kualitas rendah pada dimensi kesehatan fisik dan hubungan social yang cukup tinggi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi landasan data untuk penelitian selanjutnya dalam menentukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.
Downloads
References
Alfian, R., Lisdawati, N., Putra, A. M. P., Sari, R. P., & Lailani, F. (2018). Profil Kualitas Hidup Dan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rsud Ulin Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Manuntung, 4(2), 106-113.
Aryzki, S., & Wahyuni, A. (2021). Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Poli Penyakit Dalam Rsud Ulin Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Manuntung, 7(1), 120-127.
Kristofferzon, M. L., Löfmark, R., & Carlsson, M. (2015). Coping, social support and quality of life over time after myocardial infarction. Journal of Advanced Nursing, 52(2), 113–124
Lopez, & Snyder, C.R. 2003. Positive Psychological Assessment a Handbook of Models & measures.Washington. DC : APA
Maria, K. D. (2017). Gambaran Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Puskesmas Gamping 1 Sleman. STIKES Jenderal Achmad Yani.
MIFTAHUDDIN, H. (2018). Pengaruh Penerapan Terapi Modalitas Berkebun Terhadap Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Di Posyandu Desa Pelem Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan (Doctoral dissertation, STIKES Bhakti Husada Mulia).
Notoatmodjo. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka cipta.
Profil Kabupaten Ogan Komering Ulu (2019). https://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_1503124169Bab_4_Profil_Kota_oku_SY.pdf (diakses 05/05/2021, pukul: 15.00)
Sitepu, S. R. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada kehamilan di Klinik Pratama ZR Romauli Tahun 2020. Elisabeth Health Jurnal, 5:2.
Trybahari R, B. B. (2019). Perbandingan Slow Deep Breathing Dengan Kombinasi Back Massage dan Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi. Jurnal Telenursing, 1(1):106–18.
Sapitri, Suyanto, R., 2016. Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada MAsyarakat Di Pesisir Sungai Siak Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. , 3(1), pp.1–15.
Santiya Anbarasan S. (2015). Gambaran Kualitas Hidup Lansia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Rendang Pada Periode 27 Februari Sampai 14 Maret 2015. Intisari Sains Medis.;4(1):113.
Tania T. Von Visger, A. M. (2017). Quality of life and psychological symptoms in patients with pulmonary hypertension. Heart And Lung.
Pangestuti, E., Larasati, A. D., & Vitani, R. A. I. (2022). Gambaran Kualitas Hidup pada Pasien Hipertensi selama Pandemi Covid-19. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 10(1), 219-228.
Putri, Mila. S., & Supratman, S. (2021). Gambaran Kualitas Hidup Pada Aspek Hubungan Sosial Penderita Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Pajang Surakarta. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 14(2).
Rohmatul, Azizah. Hartanti RD. (2016). Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Pekalongan. J Universyty Reseach Coloquium [Internet].;261–78.
WHO. (2018). Global Health Estimates 2016: Deaths by Cause, Age, Sex by Country and by Region, 2000-2016. Geneva:: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Rohana I Gusti Ayu Putu Desy, Gunardi Pome, Masayu Hartina Ulfa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




